Ada banyak sekali cara memulai investasi untuk pemula, namun sering terasa membingungkan, terutama jika modal yang dimiliki tidak terlalu besar. Banyak orang mengira investasi hanya bisa dilakukan oleh mereka yang punya uang banyak, padahal kenyataannya tidak demikian.
Dengan pemahaman yang tepat, investasi bisa dimulai dari nominal kecil dan dilakukan secara bertahap.
Masalahnya biasanya bukan pada modal, tetapi pada kurangnya pemahaman tentang langkah awal dan mengatasi rasa takut membuat kesalahan. Karena itu, penting memahami dasar-dasarnya terlebih dahulu sebelum mulai.
Sebelum mulai berinvestasi, penting juga memahami cara mengatur keuangan dengan benar agar investasi tidak mengganggu kebutuhan utama. Jika perlu bantuan, kamu bisa membaca panduan tentang cara mengatur keuangan kelas menengah yang membahas fondasi keuangan secara lebih lengkap.
Banyak orang menunda investasi karena merasa penghasilannya belum cukup besar. Padahal, investasi justru lebih efektif jika dimulai lebih awal, meskipun jumlahnya kecil.
Ada beberapa alasan kenapa investasi penting:
- membantu menjaga nilai uang dari inflasi
- mempersiapkan kebutuhan masa depan
- membangun kebiasaan keuangan yang sehat
Untuk memahami kenapa investasi penting, coba bayangkan dua orang dengan kondisi yang sama.
Misalnya, Andi dan Budi sama-sama memiliki penghasilan dan kemampuan menabung Rp500.000 per bulan. Andi hanya menabung di rekening biasa, sementara Budi menyisihkan jumlah yang sama ke instrumen investasi dengan rata-rata imbal hasil yang wajar dalam jangka panjang.
Setelah beberapa tahun, tabungan Andi memang bertambah, tetapi nilai uangnya perlahan tergerus inflasi. Harga kebutuhan hidup naik, sehingga daya beli tabungannya tidak lagi sama seperti ketika pertama disimpan.
Sementara itu, dana yang diinvestasikan Budi tidak hanya bertambah dari setoran rutin, tetapi juga dari hasil pertumbuhan investasi. Selisihnya mungkin tidak terasa dalam satu atau dua tahun, tetapi dalam lima atau sepuluh tahun biasanya mulai terlihat jelas.
Perbedaan terbesar sebenarnya bukan pada besarnya hasil, tetapi pada efek waktu. Semakin lama investasi berjalan, semakin besar pertumbuhan tersebut.
Karena itu, investasi bukan soal cepat kaya, tetapi soal pertumbuhan yang konsisten dalam jangka panjang.
Memahami Perbedaan Menabung dan Investasi
Sebelum mulai, penting memahami perbedaan menabung dan investasi. Banyak orang menganggap keduanya sama, padahal fungsinya berbeda dan sebaiknya digunakan untuk tujuan yang berbeda juga.
Secara sederhana, menabung lebih berfokus pada keamanan dana, sedangkan investasi berfokus pada pertumbuhan dana.
Menabung
Menabung biasanya dilakukan di rekening tabungan atau instrumen yang sangat rendah risiko. Tujuan utamanya adalah menjaga uang tetap aman dan mudah digunakan kapan saja.
Ciri-ciri menabung:
- risiko sangat rendah
- dana mudah diambil kapan saja
- pertumbuhan uang relatif kecil
- cocok untuk dana darurat dan kebutuhan jangka pendek
Menabung penting untuk kebutuhan yang sifatnya mendesak atau yang mungkin digunakan dalam waktu dekat.
Investasi
Investasi berarti menempatkan uang pada instrumen yang memiliki potensi pertumbuhan, tetapi juga memiliki risiko tertentu.
Ciri-ciri investasi:
- ada risiko naik turun nilai
- potensi hasil lebih tinggi
- cocok untuk tujuan jangka menengah dan panjang
- dana sebaiknya tidak digunakan dalam waktu dekat
Investasi lebih cocok untuk tujuan seperti:
- dana pendidikan beberapa tahun ke depan
- membeli rumah
- persiapan pensiun
Perbedaan Utama Menabung dan Investasi
Perbedaan paling terasa ada pada tiga hal:
Tujuan
Menabung untuk menjaga dana tetap aman, investasi untuk mengembangkan dana.
Risiko
Menabung hampir tidak memiliki risiko, sedangkan investasi memiliki risiko, meskipun bisa disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.
Jangka Waktu
Menabung cocok untuk jangka pendek, investasi lebih efektif untuk jangka menengah hingga panjang.
Apakah Menabung dan Investasi Ada Hubungannya?
Keduanya sebenarnya saling berkaitan dan bukan pilihan yang harus dipilih salah satu.
Menabung biasanya menjadi langkah awal sebelum mulai investasi. Dana darurat dan kebutuhan jangka pendek sebaiknya tetap disimpan dalam tabungan agar mudah digunakan saat diperlukan.
Setelah kebutuhan dasar dan dana darurat sudah aman, barulah sebagian dana bisa dialokasikan ke investasi. Dengan cara ini, kondisi keuangan tetap aman, tetapi uang juga memiliki kesempatan untuk berkembang.
Karena itu, menabung dan investasi bukan dua hal yang bertentangan, melainkan dua bagian dari pengelolaan keuangan yang berjalan bersama.
Berapa Modal Minimal untuk Mulai Investasi
Salah satu kesalahpahaman terbesar adalah mengira kalau cara memulai investasi harus dengan modal besar. Anggapan ini membuat banyak orang menunda terlalu lama, padahal yang paling berpengaruh dalam investasi justru waktu dan konsistensi.
Saat ini, sudah banyak cara memulai investasi dengan modal kecil yang bisa dilakukan oleh siapapun, bahkan dengan nominal puluhan ribu rupiah. Perkembangan teknologi dan platform investasi membuat akses menjadi jauh lebih mudah dibandingkan beberapa tahun lalu.
Beberapa contoh yang umum digunakan:
- reksa dana, yang bisa dimulai dari nominal kecil, ada yang Rp10 ribu – Rp. 100.000
- emas digital, yang memungkinkan pembelian bertahap sesuai kemampuan. Di Pegadaian Digital, minimal beli adalah 0,01 gram, jika harga emas Rp3 juta, minimalnya hanya Rp30 ribu
- saham dengan pembelian bertahap, sehingga tidak perlu membeli dalam jumlah besar sekaligus. Ini tergantung sahamnya ya, kalau harga suatu saham Rp1000 per lembar maka cuman butuh modal minimal Rp100 ribu (1 lot).
Dengan pilihan seperti ini, investasi tidak lagi terbatas pada orang yang memiliki dana besar. Siapa pun bisa memulai investasi secara bertahap sambil belajar memahami cara kerja investasi.
Selain itu, cara mulai investasi dengan modal kecil juga memiliki keuntungan lain, yaitu memberi waktu untuk belajar tanpa tekanan. Jika terjadi kesalahan, dampaknya tidak terlalu besar, sehingga proses belajar terasa lebih nyaman.
Jika ingin memahami lebih jelas tentang nominal awal yang realistis, simulasi perhitungan, serta contoh investasi yang bisa dimulai dari dana terbatas, kamu bisa membaca panduan lengkap tentang berapa modal minimal untuk mulai investasi yang membahasnya secara lebih detail.
Cara Memulai Investasi untuk Pemula Langkah demi Langkah
Agar tidak bingung, berikut cara memulai investasi untuk pemula yang sederhana dan mudah diikuti.
Tentukan Tujuan Investasi
Sebelum mulai investasi dan memilih instrumen, tentukan dulu tujuan investasi. Banyak orang langsung memilih produk tanpa mengetahui tujuan yang ingin dicapai, padahal tujuan inilah yang biasanya menentukan jenis investasi yang paling sesuai.
Beberapa contoh tujuan investasi:
- dana pendidikan
- membeli rumah
- persiapan pensiun
- menambah penghasilan jangka panjang
Dengan tujuan yang jelas, biasanya lebih mudah menentukan:
- berapa lama investasi akan dilakukan
- berapa dana yang perlu disisihkan secara rutin
- jenis investasi yang paling cocok
Misalnya, tujuan jangka pendek atau menengah biasanya membutuhkan instrumen yang lebih stabil, seperti reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, atau emas, karena pergerakan nilainya cenderung tidak terlalu fluktuatif dan risikonya relatif lebih rendah.
Sebaliknya, tujuan jangka panjang memberi ruang untuk memilih investasi dengan potensi pertumbuhan yang lebih besar, seperti saham atau reksa dana saham.
Instrumen ini nilainya bisa naik turun dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang memiliki peluang pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan instrumen yang lebih konservatif.
Selain itu, memiliki tujuan investasi juga membantu menjaga konsistensi. Ketika tahu untuk apa investasi dilakukan, biasanya lebih mudah bertahan saat pasar sedang turun atau hasil belum terlihat dalam waktu dekat.
Karena itu, sebelum memikirkan keuntungan, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah menentukan tujuan investasi terlebih dahulu.
Pastikan Dana Darurat Sudah Ada
Memulai investasi sebaiknya dilakukan setelah memiliki dana darurat. Tanpa dana darurat, investasi sering terpaksa dicairkan saat ada kebutuhan mendadak.
Kondisi seperti itu membuat rencana keuangan menjadi tidak stabil, karena dana yang seharusnya berkembang justru digunakan untuk kebutuhan jangka pendek. Selain itu, mencairkan investasi dalam waktu yang tidak direncanakan juga berisiko merugi, terutama jika kondisi pasar sedang turun.
Dana darurat berfungsi sebagai lapisan pengaman agar kebutuhan mendesak tidak mengganggu tabungan maupun investasi. Dengan adanya dana darurat, investasi bisa berjalan lebih tenang karena tidak perlu khawatir harus menarik dana sewaktu-waktu.
Jika belum memiliki dana darurat atau masih bingung cara memulainya, kamu bisa membaca panduan tentang cara membuat dana darurat yang membahas langkah-langkahnya secara sederhana.
Mulai dari Nominal Kecil
Tidak perlu menunggu uang banyak. Mulai dari nominal yang nyaman dan bisa dilakukan rutin setiap bulan. Justru cara memulai investasi dari jumlah kecil sering lebih mudah dipertahankan karena tidak terasa berat di keuangan.
Misalnya:
- Rp100.000 per bulan
- Rp300.000 per bulan
Konsistensi jauh lebih penting daripada jumlah besar yang hanya sesekali. Investasi bekerja paling baik ketika dilakukan secara rutin dalam jangka waktu yang cukup lama.
Agar lebih mudah membayangkan hasilnya, berikut simulasi sederhana. Misalnya menggunakan asumsi rata-rata imbal hasil sekitar 6–8% per tahun, yang masih realistis untuk jenis investasi seperti reksa dana pendapatan tetap di Indonesia.
Simulasi investasi Rp100.000 per bulan (estimasi 7% per tahun)
- 3 tahun → sekitar Rp4.000.000
- 5 tahun → sekitar Rp7.100.000
- 7 tahun → sekitar Rp10.700.000
Simulasi investasi Rp300.000 per bulan (estimasi 7% per tahun)
- 3 tahun → sekitar Rp12.000.000
- 5 tahun → sekitar Rp21.300.000
- 7 tahun → sekitar Rp32.000.000
Dari simulasi ini terlihat bahwa nominal kecil pun bisa berkembang lebih cepat dibandingkan hanya menabung biasa, terutama karena adanya efek pertumbuhan dari hasil investasi.
Namun penting dipahami bahwa angka di atas hanya contoh perhitungan sederhana. Hasil investasi bisa berbeda-beda tergantung:
- jenis instrumen yang dipilih
- kondisi pasar
- jangka waktu investasi
Kinerja masa lalu atau rata-rata return tidak menjamin hasil di masa depan, dan nilai investasi bisa naik maupun turun. Karena itu, cara memulai investasi terbaik untuk pemula adalah bukan mengejar keuntungan besar di tahap awal, tetapi membangun kebiasaan investasi secara konsisten terlebih dahulu.
Pilih Instrumen Investasi yang Mudah Dipahami
Untuk investor pemula, sebaiknya memilih instrumen investasi yang sederhana terlebih dahulu. Tujuannya bukan hanya mencari keuntungan, tetapi memahami bagaimana investasi bekerja tanpa merasa bingung atau tertekan.
Beberapa pilihan yang relatif mudah dipahami antara lain:
- reksa dana pasar uang
- reksa dana pendapatan tetap
- emas
Instrumen seperti ini biasanya lebih stabil dan pergerakannya tidak terlalu ekstrem, sehingga cocok untuk tahap awal belajar investasi. Selain itu, risiko yang lebih rendah membantu pemula tetap tenang dan tidak panik ketika nilai investasi mengalami perubahan.
Instrumen yang terlalu kompleks sering membuat pemula ragu dan akhirnya tidak mulai sama sekali. Padahal, pengalaman dan pemahaman biasanya terbentuk justru setelah mulai berinvestasi, bukan sebelum itu.
Untuk gambaran yang lebih lengkap, kamu juga bisa membaca panduan tentang jenis investasi yang aman untuk pemula, termasuk kelebihan dan risikonya masing-masing.
Namun, jika kamu mencari opsi yang paling rendah risiko dan ramah di kantong, sangat disarankan untuk mempelajari lebih dalam mengenai Mengenal Reksa Dana Pasar Uang: Investasi yang Cocok untuk Pemula Modal 100 Ribu agar kamu bisa langsung mulai dengan langkah yang tepat.
Gunakan Platform yang Resmi dan Terdaftar
Saat mulai berinvestasi, penting memastikan bahwa aplikasi atau platform yang digunakan resmi dan diawasi oleh otoritas yang berwenang. Hal ini membantu mengurangi risiko penipuan dan memastikan dana dikelola melalui sistem yang jelas.
Pastikan menggunakan aplikasi atau platform yang:
- terdaftar dan diawasi oleh OJK
- memiliki reputasi baik dan ulasan yang cukup positif
- mudah digunakan, terutama bagi pemula
Langkah ini penting karena saat ini cukup banyak penawaran investasi yang terlihat menarik, tetapi tidak memiliki izin resmi. Biasanya cirinya adalah menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat atau meminta transfer ke rekening pribadi.
Beberapa contoh platform yang umum digunakan pemula di Indonesia antara lain:
- aplikasi reksa dana seperti Bibit atau Bareksa
- aplikasi saham seperti Ajaib atau Stockbit
- platform emas digital seperti Pegadaian Digital atau fitur emas di beberapa aplikasi keuangan
Contoh-contoh ini hanya untuk gambaran, dan sebaiknya tetap memeriksa kembali apakah platform yang dipilih masih terdaftar dan diawasi melalui situs resmi OJK sebelum mulai berinvestasi.
Dengan memilih platform yang resmi, proses investasi biasanya terasa lebih aman dan nyaman, sehingga kamu bisa lebih fokus belajar memahami investasi tanpa khawatir terhadap risiko yang tidak perlu.
Untuk memastikan legalitasnya, kamu juga bisa mengecek langsung daftar perusahaan sekuritas dan platform investasi yang terdaftar melalui situs resmi OJK, sehingga lebih yakin sebelum mulai berinvestasi.
Selain itu, kamu juga wajib berhati-hati dengan penawaran investasi bodong, semakin maju teknologi semakin maju pula modus penipuan investasi saat ini. Jika ingin memahami lebih jauh tanda-tanda penawaran investasi yang patut dicurigai, kamu bisa membaca di artikel Ciri-ciri Investasi Bodong dan Cara Menghindarinya agar tidak salah memilih platform.
Apakah Saham Cocok untuk Pemula?
Saham sebenarnya bisa dipelajari oleh pemula sekalipun, tetapi sebaiknya tidak menjadi instrumen pertama jika belum memahami dasar investasi. Pergerakan harga saham bisa cukup fluktuatif dalam jangka pendek, sehingga membutuhkan pemahaman dan kesiapan mental yang lebih baik.
Pemula biasanya lebih siap mencoba saham jika:
- sudah memahami dasar investasi
- sudah terbiasa melihat nilai investasi naik turun
- sudah memiliki dana darurat dan investasi yang lebih stabil
Jika sudah dalam kondisi seperti di atas, mencoba saham dalam jumlah kecil bisa menjadi cara memulai investasi untuk pemula tanpa tekanan berlebihan.
Pendekatan yang sering disarankan adalah memulai investasi dengan instrumen yang lebih stabil terlebih dahulu, lalu secara bertahap mempelajari saham sambil menambah pengalaman. Dengan cara ini, proses belajar terasa lebih nyaman dan risiko bisa lebih terkontrol.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Investor Pemula
Banyak orang mulai berinvestasi dengan semangat tinggi, tetapi tidak sedikit yang berhenti di tengah jalan karena melakukan kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari sejak awal.
Memahami kesalahan ini penting agar proses belajar investasi menjadi lebih tenang dan terarah. Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
Ingin hasil cepat
Tidak ada cara memulai investasi untuk pemula yang bisa memberikan keuntungan dengan cepat tanpa risiko yang besar. Intinya, high risk high return. Konsep ini bahkan tidak hanya berlaku untuk pemula, namun untuk investor besar sekalipun.
Sebagian pemula berharap investasi memberi keuntungan besar dalam waktu singkat. Ketika hasilnya tidak sesuai harapan, mereka merasa kecewa dan berhenti.
Solusinya:
Pahami sejak awal bahwa investasi adalah proses jangka panjang (cara aman dan stabil). Fokuslah pada konsistensi dan pertumbuhan bertahap, bukan keuntungan cepat.
Ikut-ikutan tanpa memahami produk
Melihat orang lain untung sering membuat seseorang langsung ikut membeli tanpa benar-benar memahami instrumen yang dipilih. Cara memulai investasi seperti ini sangat bahaya.
Solusinya:
Luangkan waktu untuk memahami dasar instrumen investasi yang dipilih, setidaknya mengetahui bagaimana cara kerjanya, risikonya, dan tujuan penggunaannya. Jangan mudah tergiur iming-iming dari orang lain dan FOMO.
Investasi tanpa tujuan
Cara mulai investasi dengan tanpa tujuan yang jelas, biasanya akan sulit menentukan berapa lama harus berinvestasi dan kapan dana boleh digunakan. Bahkan tanpa tujuan, investasi sering berhenti di tengah jalan.
Solusinya:
Tentukan tujuan sejak awal, misalnya untuk dana pendidikan, membeli rumah, atau persiapan jangka panjang. Tujuan membantu menjaga disiplin dan arah investasi.
Panik ketika nilai turun
Penurunan nilai adalah hal yang wajar dalam investasi, terutama pada instrumen yang memiliki fluktuasi. Pemula sering panik dan menjual di waktu yang kurang tepat.
Solusinya:
Pahami bahwa pergerakan naik turun adalah bagian dari investasi. Selama tujuan masih jangka panjang dan instrumen yang dipilih sesuai, biasanya fluktuasi jangka pendek tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
Investasi pada dasarnya bukan cara cepat mendapatkan keuntungan, tetapi proses membangun pertumbuhan secara bertahap. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan dasar ini, perjalanan investasi biasanya terasa lebih tenang dan konsisten.
Jika ingin memahami lebih lengkap contoh kesalahan yang sering terjadi di dunia nyata beserta cara menghindarinya secara lebih detail, kamu bisa membaca panduan tentang kesalahan investasi pemula yang membahasnya langkah demi langkah.
Berapa Idealnya Investasi Setiap Bulan
Tidak ada angka yang benar-benar wajib dalam investasi, karena kondisi keuangan setiap orang berbeda. Namun sebagai gambaran awal, menyisihkan sekitar 5–10% dari penghasilan sudah termasuk cara memulai investasi dengan modal kecil yang sangat baik.
Sebagai panduan sederhana:
- 5–10% dari penghasilan sudah sangat baik untuk tahap awal
- jika kondisi keuangan sudah stabil, jumlahnya bisa ditingkatkan secara bertahap
- yang paling penting adalah nominal tersebut tidak mengganggu kebutuhan pokok dan dana darurat
Cara memulai investasi dengan modal kecil dan realistis biasanya membuat investasi lebih mudah dipertahankan. Tidak perlu langsung menargetkan angka besar, karena tujuan awalnya adalah membangun kebiasaan dan konsistensi terlebih dahulu.
Seiring waktu, ketika penghasilan meningkat atau pengeluaran lebih terkontrol, porsi investasi bisa dinaikkan sedikit demi sedikit. Pendekatan bertahap seperti ini terasa lebih nyaman dijalankan dibanding memaksakan dengan jumlah besar.
Apakah Investasi Itu Harus Rutin Setiap Bulan?
Mungkin kamu bertanya-tanya, “Apakah saya harus setor setiap bulan? Bagaimana kalau bulan ini lagi banyak keperluan?”. Jawabannya: Sangat disarankan untuk rutin, tapi tidak wajib kaku.
Investasi rutin setiap bulan bertujuan untuk menjaga kedisiplinan dan memanfaatkan momentum pasar. Namun, jika sewaktu-waktu kondisi keuanganmu tidak memungkinkan, kamu bisa menyesuaikan nominalnya atau melewatkan satu bulan tanpa perlu merasa gagal.
Di sinilah peran penting strategi Dollar Cost Averaging (DCA). Dengan teknik DCA, kamu tidak perlu pusing memikirkan apakah harga sedang mahal atau murah. Kamu cukup fokus pada konsistensi untuk terus menambah aset secara berkala.
Strategi DCA ini terbukti sebagai cara memulai investasi yang sangat ampuh bagi pemula untuk menghindari risiko salah beli di harga tinggi.
Untuk memahami lebih dalam bagaimana cara mulai investasi ini bekerja dan bagaimana cara mengoptimalkannya dalam portofoliomu, kamu wajib membaca panduan lengkap mengenai apa itu DCA (Dollar Cost Averaging).
Cara Menjaga Konsistensi Investasi
Banyak orang memilih cara memulai investasi yang menurutnya ideal atau sekedar meniru cara orang lain, alhasil berhenti di tengah jalan. Biasanya hal ini terjadi bukan karena tidak mampu, tetapi karena cara yang dipakai sejak awal sebenarnya terlalu berat, kurang terencana, atau tidak sesuai dengan kondisinya sendiri.
Beberapa penyebab yang sering terjadi:
- nominal terlalu besar di awal, sehingga terasa membebani keuangan bulanan
- tidak melihat perkembangan, sehingga merasa hasilnya tidak berarti
- tujuan tidak jelas, sehingga motivasi mudah hilang
Agar investasi bisa berjalan lebih konsisten, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan:
- gunakan autodebet jika memungkinkan, sehingga investasi berjalan otomatis tanpa harus diingat setiap bulan
- tetapkan nominal yang realistis dan tidak mengganggu kebutuhan pokok
- evaluasi setiap beberapa bulan untuk melihat perkembangan dan menyesuaikan rencana jika diperlukan
Selain itu, ada satu hal yang sering membantu menjaga konsistensi, yaitu membuat investasi menjadi bagian dari rutinitas, bukan beban yang harus dipikirkan setiap saat.
Ketika investasi sudah menjadi kebiasaan bulanan, biasanya akan terasa lebih ringan untuk dijalankan. Melihat hasil bertambah, meski perlahan, juga sering menjadi motivasi untuk terus melanjutkan investasi.
Jika kamu merasa nominal investasi masih terasa berat untuk dijalankan secara konsisten, mempertimbangkan sumber pemasukan tambahan bisa menjadi solusi yang realistis. Kamu bisa membaca panduan lengkap tentang Cara Mencari Penghasilan Tambahan untuk membantu menambah anggaran investasi tanpa harus mengorbankan kebutuhan utama.
Mindset yang Perlu Dimiliki Saat Mulai Investasi
Banyak orang gagal bukan karena memilih cara investasi dan instrumen yang salah, tetapi karena ekspektasi yang terlalu tinggi atau kurang sabar dalam menjalani prosesnya.
Hal yang perlu diingat:
- nilai investasi bisa naik turun, dan itu adalah hal yang wajar
- hasil terbaik biasanya datang dalam jangka panjang, bukan dalam hitungan minggu atau bulan
- disiplin lebih penting daripada mencoba menebak waktu terbaik membeli atau menjual
- memulai lebih awal biasanya lebih berpengaruh daripada menunggu waktu yang dianggap “sempurna”
- konsistensi dalam menambah investasi sering lebih penting daripada besarnya nominal di awal
Selain itu, penting juga memahami bahwa investasi bukan perlombaan. Tidak perlu membandingkan hasil dengan orang lain, karena setiap orang memiliki kondisi keuangan, tujuan, dan toleransi risiko yang berbeda.
Hal lain yang sering membantu adalah menerima dan memahami bahwa tidak semua keputusan akan selalu tepat. Dalam perjalanan investasi, wajar jika ada pilihan yang kurang optimal. Yang penting adalah belajar dari pengalaman dan terus memperbaiki cara berinvestasi ke depannya.
Dengan cara pandang seperti ini, investasi biasanya terasa lebih menyenangkan, tidak terlalu menegangkan, dan lebih mudah dijalankan dalam jangka panjang.
Pengalaman Saya Membangun Portofolio Investasi
Saya mulai berinvestasi sekitar awal Juni 2022. Awalnya sederhana saja, karena merasa sayang jika uang hanya disimpan di tabungan dan khawatir nilainya perlahan berkurang akibat inflasi.
Sebagai seseorang yang belum pernah berinvestasi, di situ saya mulai mencari tahu bagaimana cara memulai investasi untuk pemula dan mencobanya secara bertahap.
Instrumen pertama yang saya pilih adalah reksa dana pasar uang, karena saat itu saya mencari pilihan yang relatif stabil dan risikonya tidak terlalu besar. Setelah mulai lebih memahami cara kerja investasi, saya mencoba reksa dana pendapatan tetap, kemudian reksa dana saham.
Seiring waktu, saya merasa pertumbuhan reksa dana cenderung lebih lambat dibandingkan yang saya harapkan. Dari situ saya mulai belajar tentang investasi saham secara lebih serius.
Saat ini, untuk tujuan pertumbuhan, saya lebih banyak fokus ke saham, sementara reksa dana tetap saya gunakan sebagai bagian dari portofolio untuk membantu menjaga nilai dana dari inflasi.
Selain itu, saya juga mulai berinvestasi di emas. Alasannya karena emas relatif stabil dan cocok untuk tujuan jangka panjang, sehingga bisa menjadi penyeimbang di dalam portofolio.
Saya juga mencoba investasi kripto, tetapi dengan porsi yang sangat terbatas. Risiko kripto cukup tinggi dan pergerakannya sangat fluktuatif, sehingga saya hanya menggunakan bagian kecil dari portofolio saja. Meskipun begitu, potensinya di masa depan cukup menarik untuk diikuti dan dipantau.
Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa membangun portofolio investasi adalah proses bertahap. Seiring waktu, pemahaman akan berkembang, dan komposisi investasi pun bisa berubah sesuai tujuan dan tingkat kenyamanan terhadap risiko.
Kesimpulan
Cara memulai investasi untuk pemula sangat sederhana, tidak harus rumit atau membutuhkan modal besar. Dengan memahami tujuan investasi, memilih instrumen yang sesuai, dan memulai dengan modal kecil, investasi bisa dilakukan secara bertahap tanpa terasa membebani keuangan.
Penting juga memastikan kondisi keuangan dasar sudah aman, seperti memiliki dana darurat dan mengatur pengeluaran dengan baik. Dengan fondasi yang kuat, investasi bisa berjalan lebih tenang tanpa harus khawatir mencairkan dana di saat yang tidak tepat.
Selain itu, hal yang tidak boleh diabaikan dan merupakan faktor penting dalam memulai investasi bagi pemula adalah memahami risiko dan memiliki mindset yang benar untuk menjaga konsistensi.
Nilai investasi memang bisa naik turun dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang, konsistensi biasanya memberikan hasil yang lebih berarti daripada mencoba mencari keuntungan cepat.
FAQ: Cara Memulai Investasi untuk Pemula
Bisa. Banyak instrumen investasi saat ini bisa dimulai dari nominal kecil, bahkan puluhan ribu rupiah.
Reksa dana pasar uang dan emas sering dianggap paling mudah dipahami oleh pemula.
Waktu terbaik adalah ketika kondisi keuangan sudah stabil dan dana darurat tersedia.
Tidak wajib, tetapi investasi rutin biasanya memberi hasil yang lebih stabil dalam jangka panjang.
Tidak selalu. Nilai investasi bisa naik dan turun, tetapi dalam jangka panjang potensi pertumbuhan biasanya lebih baik daripada hanya menabung.
Idealnya untuk jangka menengah hingga panjang, minimal 3–5 tahun.
Ingin hasil cepat dan ikut-ikutan tanpa memahami instrumen yang dipilih.







