Buat kamu yang baru mau terjun di dunia investasi, reksadana pasar uang untuk pemula adalah pintu masuk yang paling ramah di kantong dan minim drama.
Pernah nggak sih kamu merasa pengen mulai investasi tapi maju-mundur karena takut rugi atau mikir modalnya harus jutaan? Tenang, kamu nggak sendirian. Reksadana ini ibarat “tempat latihan” yang pas sebelum kamu mencoba instrumen lain yang lebih ekstrem seperti saham atau kripto.
Sebelum kita bahas teknisnya, pastikan kamu juga sudah memahami dasar cara memulai investasi untuk pemula dengan modal kecil agar punya strategi jangka panjang yang matang.
Bayangkan kamu pengen beli deposito di bank besar, tapi syaratnya harus punya uang Rp10 juta. Karena uangmu belum cukup, kamu patungan bareng ribuan orang lain. Uang patungan itu dikelola oleh seorang “kapten” profesional yang disebut Manajer Investasi (MI) untuk diputar di deposito bank atau surat utang jangka pendek.
Itulah prinsip kerja reksa dana pasar uang.
Kenapa disebut investasi modal 100 ribu? Karena sekarang lewat aplikasi di HP, kamu sudah bisa punya portofolio investasi hanya dengan harga semurah itu!
Keuntungan ReksaDana Pasar Uang yang Bikin Nagih
Kenapa sih banyak anak muda dan investor pemula mulai “pindah haluan” ke instrumen ini? Ternyata, keuntungan reksadana pasar uang bukan cuma soal angka, tapi juga soal kenyamanan dan fleksibilitas. Berikut adalah alasan kuat kenapa kamu harus meliriknya:
Risiko Sangat Rendah (Anti-Jantungan)
Berbeda dengan saham yang harganya bisa naik-turun tajam seperti roller coaster, reksa dana pasar uang punya pergerakan yang sangat stabil dan cenderung naik secara konsisten.
Hal ini karena Manajer Investasi menempatkan uangmu di instrumen yang aman, seperti deposito perbankan dan surat utang jangka pendek (kurang dari satu tahun). Jadi, buat kamu yang belum siap mental melihat saldo berkurang karena fluktuasi pasar, ini adalah “zona nyaman” yang paling tepat.
Likuiditas Tinggi (Bisa Cair Kapan Saja)
Salah satu ketakutan orang saat investasi adalah uangnya “dikunci”. Di reksa dana pasar uang, ketakutan itu nggak berlaku. Kamu butuh uang mendadak buat ganti ban motor atau bayar servis laptop? Kamu bisa mencairkan reksa dana ini kapan saja di hari kerja tanpa dikenakan denda atau penalti sedikit pun.
Berbeda dengan deposito bank yang kalau diambil sebelum jatuh tempo, bunga kamu malah hangus atau kena potongan.
Imbal Hasil Lebih Oke dari Tabungan Biasa
Mari bicara jujur: bunga di tabungan bank konvensional saat ini sangat kecil, bahkan seringkali “habis” hanya untuk membayar biaya administrasi bulanan dan pajak bunga.
Di sisi lain, keuntungan reksadana pasar uang rata-rata lebih tinggi karena kinerjanya mengikuti suku bunga pasar uang. Selain itu, keuntungan reksa dana juga bukan merupakan objek pajak, jadi hasil yang kamu terima sudah bersih tanpa potongan admin bulanan lagi.
Modal Receh, Fasilitas Konglomerat
Dulu, kalau mau dapet bunga deposito tinggi, kamu harus punya uang puluhan hingga ratusan juta. Tapi lewat investasi modal 100 ribu di reksa dana, kamu sudah bisa menikmati bunga deposito kelas kakap tersebut secara kolektif. Inilah definisi dari “modal receh, tapi dapet fasilitas mewah”.
Reksa Dana Pasar Uang vs Tabungan & Deposito Bank
Mungkin kamu bertanya, “Kalau hasilnya mirip deposito, mending deposito aja dong?” Eits, tunggu dulu. Ada perbedaan besar terutama buat kamu yang modalnya masih terbatas. Yuk, cek perbandingannya:
Tabel Perbandingan Fitur
| Fitur | Tabungan Biasa | Deposito Bank | Reksa Dana Pasar Uang |
|---|---|---|---|
| Imbal Hasil | Sangat Rendah (0,5% – 1%) | Sedang (3% – 4%) | Menarik (4% – 5%) |
| Minimum Modal | Sangat Kecil (Rp. 50rb) | Besar (umumnya min. Rp5 – 10jt) | Sangat kecil (mulai Rp10rb – 100rb) |
| Pajak | 20% dari bunga | 20% dari bunga | 0% (bukan objek pajak) |
| Fleksibilitas | Bisa ditarik kapan saja | Dikunci (ada tenor 1, 3, 12 bulan) | Bisa ditarik kapan saja |
| Pinalti | Tidak ada | Ada (jika dicairkan sebelum waktunya) | Tidak ada |
Perbandingan Angka Riil (Simulasi Rutin Rp100.000/Bulan)
Mari kita bandingkan hasil akhirnya. Sebagai catatan, deposito biasanya tidak bisa dilakukan secara rutin bulanan dengan nominal Rp100rb (karena ada minimum setoran awal), tapi di sini kita simulasikan seolah-olah kamu bisa menabung dengan bunga deposito:
| Jangka Waktu | Total Uang Masuk | Saldo Tabungan | Saldo Deposito | Saldo Reksa Dana |
|---|---|---|---|---|
| 1 Tahun | 1.200.000 | 1.050.500 | 1.205.200 | 1.229.000 |
| 3 Tahun | 3.600.000 | 3.215.000 | 3.705.000 | 3.855.000 |
| 5 Tahun | 6.000.000 | 5.420.000 | 6.350.000 | 6.720.000 |
Catatan Penting:
- Tabungan: Tergerus biaya admin (asumsi Rp13rb/bln) dan pajak bunga 20%.
- Deposito: Bebas biaya admin bulanan, tapi bunga tetap dipotong pajak 20%.
- Reksa Dana: Bersih tanpa potongan admin dan tanpa potongan pajak.
Mana yang Paling Pas Buat Kamu?
Jika kita bedah hasil di atas, perbedaannya semakin terlihat jelas:
Reksa Dana Menang di Pajak & Admin
Meskipun bunga deposito terlihat mendekati reksa dana, hasil akhirnya tetap kalah karena deposito masih dipotong pajak bunga sebesar 20%. Reksa dana pasar uang adalah instrumen yang tax-free alias bersih buat kamu.
Aksesibilitas (Pemenang: Reksa Dana)
Deposito mengharuskan kamu “mengunci” uang. Kalau tiba-tiba butuh uang darurat di bulan ke-5, kamu kena pinalti atau bunganya tidak dibayarkan. Di reksa dana, kamu tetap bebas tarik kapan saja.
Masalah Modal
Kebanyakan deposito bank besar butuh Rp5 juta sampai Rp10 juta sebagai syarat buka akun. Lewat investasi modal 100 ribu di reksa dana, kamu sebenarnya mendapatkan “kekuatan” bunga deposito tanpa harus punya uang jutaan di awal.
Itulah kenapa reksadana pasar uang untuk pemula sering disebut sebagai “Deposito yang Lebih Canggih”. Kamu dapat bunganya yang kompetitif, tapi tetap punya kebebasan penuh atas uangmu sendiri.
Selain reksa dana pasar uang, sebenarnya masih ada juga beberapa jenis investasi yang aman untuk pemula dengan modal kecil lainnya yang bisa kamu pertimbangkan untuk mendiversifikasi asetmu agar makin berkembang. Silahkan pilih mana yang menurutmu paling oke.
Cara Investasi Reksadana Pasar Uang
Jangan dibayangkan ribet, ya! Cara investasi reksadana pasar uang saat ini sudah serba digital. Kamu cukup ikuti langkah simpel ini:
Pilih Aplikasi Resmi
Hanya gunakan aplikasi agen penjual reksa dana yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Ini wajib dan tidak bisa ditawar.
Jika kalian mendapat ajakan untuk investasi dimanapun itu, sebelum join wajib memastikan sudah terdaftar dan diawasi OJK ya.
Di Indonesia, contoh aplikasi yang aman untuk investasi reksadana adalah Bibit dan Bareksa. Saya sendiri menggunakan Bareksa sampai saat ini. Pengalaman di Bareksa sih sampai saat ini enjoy aja, tidak ada masalah besar, dana aman, dan nilai investasi naik dikit-dikit. Kalau untuk Bibit, saya sendiri kebetulan belum pernah pakai.
Registrasi & Verifikasi
Yang pasti kalian perlu registrasi dan verifikasi data terlebih dahulu sebelum bisa mulai investasi.
Datanya gak neko-neko kok, hanya perlu KTP saja, jadi siapkan KTP, lalu isi data diri, dan biasanya ada verifikasi wajah atau foto secara langsung di aplikasi. Setelah itu tunggu proses verifikasi, tunggu saja beberapa jam atau 1×24 jam, lebih dari itu kalian bisa coba menghubungi CS ya agar dipercepat prosesnya.
Pilih Produk Pasar Uang
Setelah registrasi dan verifikasi berhasil, barulah kamu bisa mulai membeli produk reksa dana pasar uang. Cari produk yang memiliki AUM (dana kelolaan) besar dan rekam jejak yang stabil.

Gambar di atas adalah screenshot pilihan produk teratas dari aplikasi Bareksa, jika di scroll kebawah ada banyak sekali pilihannya.
Ketika memilih, yang wajib diperhatikan adalah:
- Imbal Hasil (Return). Ini adalah persentase keuntungan yang diberikan produk tersebut dalam setahun terakhir.
- Dana Kelolaan (AUM – Asset Under Management). Menunjukkan seberapa besar total uang investor yang dipercayakan pada produk tersebut.
- Harga/Unit (NAV). Ini adalah harga beli per satu unit reksa dana pada hari itu.
Mulai Beli
Ketika sudah punya pilihan, klik produknya dan klik beli seperti membeli barang di toko online pada umumnya.

Seperti gambar di atas, produk tersebut minimal investasinya Rp. 100.000 dan tanpa biaya tambahan apapun.
Sebelum membeli baca prospektusnya terlebih dahulu ya! Prospectus itu semacam informasi terkait reksa dana tersebut. Setelah membaca jangan lupa centang dan klik order.
Selanjutnya proses pembayaran yang prosesnya tidak beda dengan belanja online lainnya. Sampai di sini prosesnya selesai, kamu tinggal nunggu pembelian selesai diproses saja.
Reks Dana Keuntungannya Kecil? Ini Alasan Mengapa Tetap Layak!
Mungkin setelah melihat simulasi di atas, kamu berpikir, “Lho, kok untungnya cuma beda ratusan ribu ya dalam setahun?”
Memang benar, reksa dana pasar uang bukan instrumen untuk kamu yang ingin kaya mendadak dalam semalam. Kalau kamu mencari keuntungan berkali-kali lipat dengan cepat, instrumen ini bukan jawabannya.
Namun, kamu harus paham bahwa dalam reksadana pasar uang untuk pemula, keuntungan (return) hanyalah bonus. Tujuan utamanya adalah menjaga nilai uangmu.
Berikut adalah alasan kenapa hasil yang “terlihat kecil” itu sebenarnya sangat berharga:
Melawan Inflasi
Setiap tahun, harga barang naik (inflasi). Uang 100 ribu hari ini nggak akan sama nilainya dengan 5 tahun lagi. Reksa dana pasar uang hadir agar nilai uangmu tidak “basi” dan tetap bisa mengejar kenaikan harga barang tersebut.
Tempat Parkir Uang yang Aman
Daripada uangmu nganggur di rekening bank dan habis terpotong biaya admin atau malah gatal ingin dibelanjakan (impulsive buying), reksa dana pasar uang adalah “parkiran” paling aman dan produktif.
Latihan Mental Investasi
Sebelum terjun ke saham yang harganya bisa anjlok dalam sehari, di sini kamu belajar disiplin menabung dan melihat bagaimana sistem bunga majemuk bekerja tanpa harus merasa was-was.
Likuiditas adalah Kunci
Meskipun hasilnya tidak sebesar reksa dana saham, keunggulannya adalah kamu bisa menarik uangnya kapan saja tanpa denda. Ini menjadikannya instrumen terbaik untuk menyimpan dana darurat.
Jadi, jangan meremehkan angka yang kecil. Dalam dunia investasi, konsistensi lebih penting daripada besaran nominal di awal. Dengan memahami keuntungan reksadana pasar uang sebagai penjaga nilai aset, kamu sudah selangkah lebih dewasa dalam mengelola keuangan daripada mereka yang cuma bisa menghabiskan gaji tanpa sisa.
Agar perjalanan investasimu makin lancar, pastikan juga kamu mengenali apa saja kesalahan investasi pemula yang sering dilakukan dan cara menghindarinya supaya modal kecilmu tidak hilang sia-sia.
Kesimpulan
Reksa dana pasar uang adalah solusi cerdas bagi siapa saja yang ingin mulai berinvestasi tanpa harus merasa cemas dengan fluktuasi pasar yang tajam.
Dengan memahami berbagai keuntungan reksadana pasar uang, kamu bisa mengelola aset dengan lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan tabungan konvensional.
Melalui investasi modal 100 ribu, kamu sudah bisa mendapatkan imbal hasil yang lebih kompetitif tanpa potongan pajak dan dengan likuiditas yang tinggi. Penerapan cara investasi reksadana pasar uang yang tepat akan membantumu membangun fondasi finansial yang kokoh.
Ingatlah bahwa reksadana pasar uang untuk pemula bukan sekadar instrumen untuk mengejar keuntungan instan, melainkan strategi jitu untuk menjaga nilai asetmu dari gerusan inflasi serta melatih kedisiplinan keuangan sejak dini.
FAQ Seputar Reksa Dana Pasar Uang
Setiap investasi memiliki risiko, namun reksa dana pasar uang memiliki tingkat risiko yang paling rendah karena dananya dialokasikan pada instrumen aman seperti deposito dan surat utang jangka pendek. Secara historis, pergerakannya cenderung stabil dan terus naik.
Sangat terjangkau! Kamu bisa mulai melakukan investasi modal 100 ribu, bahkan beberapa produk di aplikasi investasi memungkinkan kamu untuk mulai hanya dengan Rp10.000 saja.
Perbedaan utamanya terletak pada fleksibilitas dan pajak. Deposito mengunci uangmu dalam tenor tertentu dan bunganya dipotong pajak 20%, sedangkan reksa dana pasar uang bisa ditarik kapan saja tanpa pinalti dan hasilnya sudah bersih (bukan objek pajak).
Karena memiliki likuiditas tinggi, kamu bisa mencairkan dana kapan saja di hari kerja. Biasanya proses transfer ke rekening bank memakan waktu 1 hingga 2 hari kerja (T+1 atau T+2).
Asset Under Management (AUM) adalah total nilai uang yang dipercayakan oleh seluruh investor untuk dikelola pada produk tersebut. Dana kelolaan yang besar biasanya menandakan tingginya kepercayaan investor terhadap produk dan Manajer Investasi tersebut.
Pastikan aplikasi yang kamu gunakan sudah terdaftar dan diawasi secara resmi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Contoh aplikasi yang populer dan aman digunakan di Indonesia adalah Bareksa atau Bibit.
Tujuan utama instrumen ini adalah menjaga nilai uang agar tidak tergerus inflasi dan biaya admin bank, bukan untuk kaya mendadak. Meski terlihat kecil secara nominal bulanan, dalam jangka panjang hasil investasimu akan jauh lebih unggul dibanding hanya didiamkan di tabungan biasa.







