Berapa modal minimal untuk mulai investasi sering menjadi pertanyaan pertama ketika seseorang mulai tertarik mengembangkan uangnya. Banyak orang membayangkan investasi harus dimulai dengan modal jutaan rupiah, padahal kenyataannya tidak selalu demikian.
Saat ini, ada cukup banyak pilihan investasi yang bisa dimulai dari nominal kecil, bahkan puluhan ribu rupiah.
Sebelum membahas lebih jauh tentang nominalnya, penting juga memahami langkah-langkah dasar dalam berinvestasi, mulai dari menyiapkan dana darurat, menentukan tujuan, hingga memilih instrumen yang sesuai. Jika ingin melihat panduan lengkapnya, kamu bisa membaca artikel cara memulai investasi untuk pemula dengan modal kecil yang membahas prosesnya dari awal.
Salah satu alasan orang menunda investasi adalah persepsi lama bahwa investasi identik dengan modal besar. Dulu, membeli saham atau instrumen lain memang membutuhkan dana yang tidak kecil, sehingga kesan itu masih terbawa sampai sekarang.
Pada masa lalu, membuka rekening efek saja sering membutuhkan setoran awal yang besar, bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Prosesnya juga tidak sesederhana sekarang dan biasanya harus melalui prosedur yang cukup panjang.
Kondisinya sudah jauh berbeda saat ini. Dengan perkembangan teknologi, investasi bisa dilakukan hanya melalui aplikasi di ponsel dan koneksi internet. Membuka rekening investasi pun umumnya bisa dilakukan secara online dan tanpa biaya, sehingga akses menjadi jauh lebih mudah dibandingkan sebelumnya.
Pandangan bahwa investasi harus dimulai dengan modal besar sebenarnya sudah banyak berubah. Hal ini juga sejalan dengan artikel edukasi yang diterbitkan pemerintah Banten yang menjelaskan bahwa investasi dapat dimulai dengan modal kecil selama memahami langkah dasarnya.
Selain itu, cerita tentang keuntungan besar juga sering membuat orang berpikir bahwa investasi hanya cocok bagi mereka yang punya banyak uang. Padahal, investasi sebenarnya lebih berkaitan dengan kebiasaan dan waktu, bukan semata-mata jumlah dana di awal.
Banyak orang justru mulai dari modal kecil, lalu meningkatkan jumlahnya seiring waktu.
Modal Minimal untuk Mulai Investasi Itu Berapa?
Jika ditanya berapa modal untuk investasi, jawabannya bisa berbeda-beda tergantung instrumen yang dipilih.
Sebagai gambaran umum:
- Reksa dana: mulai sekitar Rp10.000–Rp100.000
- Emas digital: mulai sekitar Rp10.000–Rp50.000
- Saham: mulai sekitar Rp100.000 (tergantung harga saham)
- Obligasi negara: biasanya mulai dari Rp1.000.000 saat masa penawaran
Saya ambil contoh di platform investasi Bareksa, di sana banyak sekali jenis reksa dana yang bisa dibeli mulai dari Rp. 100.000, dan emas mulai dari Rp. 50.000, sedangkan obligasi mulai dari Rp. 1.000.000.
Untuk saham, saya ambil contoh di Stockbit, di sana tersedia saham Indonesia yang beraneka macam. Misalnya, per artikel ini dibuat, harga per lembar saham Bank BRI adalah Rp. 3.780.
Karena membeli saham minimal 1 lot (100 lembar), artinya modal minimal yang diperlukan sebesar Rp. 378.000 (belum termasuk biaya fee dan lainnya, tidak mahal hanya 0.15%).
Jika modal minimal investasi saham terasa terlalu mahal, kalian bisa memilih saham blue chip lain, misalnya saham Bukit Asam yang hanya Rp. 2.550 per lembar.
Nah, dari gambaran ini terlihat bahwa modal minimal untuk mulai investasi sebenarnya cukup terjangkau.
Investasi Mulai Berapa Agar Terasa Hasilnya?
Pertanyaan lain yang sering muncul adalah berapa modal untuk investasi agar hasilnya terasa.
Jawabannya tidak selalu harus besar, tetapi ada satu hal yang sering lebih berpengaruh, yaitu konsistensi. Menambah dana secara rutin bisa memberi dampak yang lebih jelas dalam beberapa tahun dibanding menunggu dana besar tetapi tidak pernah mulai.
Sebagai contoh sederhana:
- Rp100.000 per bulan mungkin terasa kecil
- tetapi dalam satu tahun sudah menjadi Rp1.200.000 dari setoran saja, belum termasuk hasil investasi
Jika dana Rp1.200.000 tersebut mendapatkan hasil dalam satu tahun, hasil investasi kira-kira menjadi seperti ini:
- return 7% → sekitar Rp1.284.000
- return 10% → sekitar Rp1.320.000
- return 12% → sekitar Rp1.344.000
- return 15% → sekitar Rp1.380.000
Selisihnya mungkin belum terlihat besar dalam satu tahun, tetapi jika dilakukan terus-menerus dan dalam waktu yang lebih panjang, hasilnya akan mulai terasa.
Jenis Investasi yang Bisa Dimulai dengan Modal Kecil
Tidak semua investasi membutuhkan modal besar. Beberapa instrumen berikut relatif ramah untuk pemula.
Reksa Dana
Reksa dana menjadi pilihan terbaik untuk pemula karena:
- modal minimal investasi kecil
- dikelola profesional
- tidak perlu memantau setiap hari
Jenis reksa dana yang bagus untuk pemula:
- reksa dana pasar uang
- reksa dana pendapatan tetap
Emas
Emas cukup populer karena:
- mudah dipahami
- bisa dibeli bertahap
- relatif stabil dalam jangka panjang
Banyak orang menggunakan emas untuk menjaga nilai uang.
Saham
Saham bisa dimulai dengan nominal kecil, tetapi biasanya lebih cocok jika:
- sudah memahami dasar investasi
- siap melihat nilai naik turun
Untuk tahap awal, saham perusahaan besar (blue chip) biasanya lebih aman dibanding saham yang terlalu spekulatif.
Obligasi Negara
Obligasi negara cocok bagi yang:
- menginginkan hasil relatif stabil
- tidak membutuhkan likuiditas tinggi
Namun perlu diketahui bahwa obligasi ritel biasanya hanya tersedia pada periode tertentu.
Jika ingin memahami lebih dalam tentang karakteristik masing-masing instrumen, kelebihan, serta tingkat risikonya, kamu bisa membaca panduan lengkap tentang Jenis Investasi yang Aman untuk Pemula dengan Modal Kecil yang membahasnya secara lebih detail.
Simulasi Investasi Modal Awal Rp1.000.000
*modal awal tidak harus Rp. 1.000.000 ya, bisa berapa aja.
Simulasi ini menggunakan asumsi rata-rata imbal hasil jangka panjang yang cukup umum di Indonesia. Hasil sebenarnya bisa berbeda tergantung kondisi pasar, jenis produk, dan waktu investasi.
Contoh simulasi ini hanya memberi gambaran sebaiknya berapa modal minimal untuk mulai investasi dan bagaimana perkembangan dana jika dilakukan secara rutin. Nilai investasi bisa naik maupun turun, dan kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Asumsi:
- Modal awal: Rp1.000.000
- Estimasi perkembangan rata-rata:
- Reksa dana: ±7% per tahun
- Emas: ±6% per tahun
- Saham: ±12% per tahun
Setoran Rp100.000 per bulan
| Jangka Waktu | Reksa Dana | Emas | Saham |
|---|---|---|---|
| 1 Tahun | ± Rp. 2.300.000 | ± Rp. 2.290.000 | ± Rp. 2.390.000 |
| 3 Tahun | ± Rp. 5.200.000 | ± Rp. 5.100.000 | ± Rp. 5.700.000 |
| 5 Tahun | ± Rp. 8.600.000 | ± Rp. 8.300.000 | ± Rp. 9.900.000 |
| 10 Tahun | ± Rp. 19.300.000 | ± Rp. 18.200.000 | ± Rp. 26.100.000 |
Setoran Rp300.000 per bulan
| Jangka Waktu | Reksa Dana | Emas | Saham |
|---|---|---|---|
| 1 Tahun | ± Rp. 4.800.000 | ± Rp. 4.760.000 | ± Rp. 4.920.000 |
| 3 Tahun | ± Rp. 13.200.000 | ± Rp. 13.000.000 | ± Rp. 14.300.000 |
| 5 Tahun | ± Rp. 22.900.000 | ± Rp. 22.300.000 | ± Rp. 26.300.000 |
| 10 Tahun | ± Rp. 53.900.000 | ± Rp. 50.900.000 | ± Rp. 72.100.000 |
Setoran Rp500.000 per bulan
| Jangka Waktu | Reksa Dana | Emas | Saham |
|---|---|---|---|
| 1 Tahun | ± Rp. 7.300.000 | ± Rp. 7.200.000 | ± Rp. 7.460.000 |
| 3 Tahun | ± Rp. 21.200.000 | ± Rp. 20.900.000 | ± Rp. 22.900.000 |
| 5 Tahun | ± Rp. 37.200.000 | ± Rp. 36.200.000 | ± Rp. 42.600.000 |
| 10 Tahun | ± Rp. 88.500.000 | ± Rp. 83.700.000 | ± Rp. 118.100.000 |
Dari simulasi ini terlihat bahwa modal minimal untuk mulai investasi sebenarnya tidak harus besar. Bahkan dengan berapapun modal minimal investasi yang bisa kamu lakukan, hasilnya bisa terasa jika dilakukan secara rutin dan dalam waktu yang cukup panjang.
Kenapa Investasi Lebih Baik Dilakukan Sedikit demi Sedikit
Salah satu alasan banyak orang menyarankan investasi dilakukan secara rutin setiap bulan adalah karena adanya metode yang dikenal sebagai Dollar Cost Averaging (DCA). Cara ini berarti membeli investasi secara berkala dengan jumlah yang sama atau kurang lebih sama, tanpa terlalu memikirkan apakah harga sedang naik atau turun.
Dengan cara ini, pembelian terjadi di berbagai kondisi pasar. Kadang membeli saat harga tinggi, kadang saat harga rendah. Dalam jangka waktu yang lebih panjang, harga pembelian biasanya menjadi lebih rata.
Ada beberapa keuntungan dari pendekatan ini.
Mengurangi risiko salah timing
Menentukan waktu terbaik untuk berinvestasi tidak mudah, bahkan bagi investor berpengalaman. Dengan investasi rutin, tidak perlu menunggu waktu yang dianggap paling tepat, karena pembelian dilakukan secara bertahap.
Harga rata-rata menjadi lebih stabil
Ketika harga turun, jumlah unit yang didapat lebih banyak. Ketika harga naik, jumlah unit yang didapat lebih sedikit. Dalam jangka panjang, rata-rata harga pembelian menjadi lebih seimbang.
Lebih mudah dijalankan secara konsisten
Menyisihkan dana dalam jumlah kecil setiap bulan biasanya lebih ringan dibandingkan mengumpulkan dana besar sekaligus.
Tekanan psikologis lebih rendah
Investasi dalam jumlah besar sekaligus sering membuat orang khawatir jika harga turun setelah membeli. Dengan investasi bertahap, perubahan harga biasanya terasa lebih wajar karena dana masuk secara berkala.
Karena alasan-alasan inilah, banyak pemula merasa lebih nyaman memulai investasi dengan modal kecil tetapi rutin setiap bulan, daripada menunggu dana besar tetapi tidak pernah mulai.
Jika kamu ingin memahami konsep ini lebih dalam, termasuk cara melakukannya dengan benar, kamu bisa membaca penjelasan lengkapnya di artikel Apa Itu DCA (Dollar Cost Averaging).
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula Terkait Modal Investasi
Saat mulai memikirkan berapa modal minimal untuk mulai investasi, banyak orang justru terjebak pada kesalahan dalam menyiapkan modalnya. Kesalahan ini sering terlihat sederhana, tetapi bisa berdampak pada kelancaran investasi dan kestabilan keuangan.
Menunggu modal besar
Banyak orang menunda investasi karena merasa dana yang dimiliki belum cukup. Padahal, menunggu terlalu lama justru membuat waktu yang berharga terlewat. Memulai dari nominal kecil sering lebih realistis dan membantu membangun kebiasaan secara bertahap.
Menggunakan uang dari utang
Menggunakan dana pinjaman untuk investasi sangat berisiko, terutama bagi pemula. Investasi memiliki kemungkinan naik dan turun, sementara utang memiliki kewajiban pembayaran yang tetap. Kondisi ini bisa menimbulkan tekanan jika hasil investasi tidak sesuai harapan.
Menggunakan dana kebutuhan pokok
Investasi sebaiknya tidak menggunakan uang untuk kebutuhan sehari-hari, cicilan, atau keperluan penting lainnya. Jika dana tersebut tiba-tiba dibutuhkan, investasi terpaksa dicairkan di waktu yang tidak tepat.
Menginvestasikan seluruh tabungan sekaligus
Sebagian orang langsung menaruh hampir semua tabungan ke investasi karena merasa sayang jika uang hanya disimpan di bank saja. Padahal, tanpa cadangan dana, kondisi keuangan bisa menjadi tidak nyaman ketika ada kebutuhan mendadak.
Menganggap modal kecil tidak berarti
Ada juga yang merasa nominal kecil tidak akan memberikan hasil, sehingga menunda-nunda investasi. Padahal, dalam banyak kasus, perkembangan investasi lebih dipengaruhi oleh waktu dan konsistensi daripada besarnya modal di awal.
Karena itu, modal investasi idealnya berasal dari dana yang memang dialokasikan khusus setelah kebutuhan utama dan dana darurat terpenuhi.
Kesimpulan
Pertanyaan berapa modal minimal investasi sebenarnya memiliki jawaban yang cukup sederhana: tidak harus besar. Banyak instrumen investasi yang bisa dimulai dari nominal kecil, sehingga siapa pun bisa mulai belajar tanpa harus menunggu kondisi yang dianggap ideal.
Yang lebih penting daripada besar kecilnya modal adalah memahami dasar investasi, memilih instrumen yang sesuai, dan melakukannya secara konsisten. Dengan cara ini, investasi bisa menjadi kebiasaan yang membantu kondisi keuangan berkembang secara bertahap.
FAQ: Modal Minimal untuk Mulai Investasi
Modal minimal tergantung jenis investasi yang dipilih. Reksa dana dan emas digital bisa dimulai dari puluhan ribu rupiah, sementara saham biasanya mulai dari sekitar seratus ribu rupiah, dan obligasi negara umumnya mulai dari satu juta rupiah saat masa penawaran.
Tidak harus. Banyak orang justru memulai dari nominal kecil sambil belajar memahami cara kerja investasi, lalu menambah jumlahnya secara bertahap.
Tidak ada angka pasti, tetapi investasi yang dilakukan rutin biasanya memberi hasil yang lebih terlihat dalam beberapa tahun dibandingkan investasi sekali saja.
Reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, dan emas sering dianggap cocok untuk pemula karena relatif stabil dan mudah dipahami.
Aman selama memilih instrumen yang sesuai, menggunakan platform resmi, dan memahami risiko dasar dari investasi tersebut.
Sebaiknya memiliki dana darurat terlebih dahulu sebelum mulai berinvestasi, agar investasi tidak terganggu ketika ada kebutuhan mendadak.
Tidak wajib, tetapi investasi rutin biasanya lebih mudah dijalankan dan membantu membangun kebiasaan keuangan yang baik.







