Banyak orang ingin mengatur keuangan dengan lebih rapi, tetapi sering bingung harus mulai dari mana. Melihat contoh budget bulanan bisa menjadi cara paling mudah untuk memahami bagaimana penghasilan dibagi secara realistis dan tetap nyaman dijalankan.
Membuat budget bulanan bukan berarti hidup serba dibatasi atau tidak boleh menikmati hasil kerja. Tujuan utamanya justru supaya pengeluaran lebih terarah, tabungan tetap berjalan, dan kondisi keuangan terasa lebih tenang.
Di artikel ini kita akan melihat beberapa contoh budget yang realistis, lengkap dengan penjelasan yang mudah dipahami dan bagaimana cara membuatnya.
Pembahasan di artikel ini berfokus pada contoh dan penerapan praktis. Jika ingin memahami langkah-langkah mengelola keuangan secara lebih menyeluruh, kamu bisa membaca panduan lengkap tentang mengelola keuangan kelas menengah.
Sebelum ke contoh budget bulanan, ada baiknya kita memahami cara membuat budget bulanan terlebih dahulu. Budget atau anggaran itu tujuannya bukan membuat perhitungan yang sempurna, tetapi memahami ke mana uang pergi dan bagaimana membaginya dengan lebih terarah.
Berikut langkah yang bisa dilakukan, bahkan oleh pemula sekalipun.
Hitung Penghasilan Bersih
Mulailah dari angka yang benar-benar diterima setiap bulan, bukan angka sebelum potongan atau perkiraan. Jika ada penghasilan tambahan yang tidak rutin, sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke budget bulanan. Anggap itu sebagai bonus.
Catat Pengeluaran Wajib
Pengeluaran wajib adalah pengeluaran yang hampir pasti keluar setiap bulan, misalnya:
- makan
- tempat tinggal atau kos
- listrik dan air
- transportasi
- pulsa atau internet
Tuliskan semua pengeluaran ini terlebih dahulu, karena inilah kebutuhan dasar.
Sisihkan Tabungan di Awal
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menabung dari sisa uang. Padahal, cara yang lebih efektif adalah langsung menyisihkan tabungan begitu menerima gaji.
Tidak harus besar. Bahkan 10% dari penghasilan sudah cukup baik jika dilakukan secara konsisten.
Jika masih sulit menyisihkan tabungan karena gaji ngepas, kalian bisa membaca cara menabung dengan gaji kecil yang telah saya buat.
Tentukan Batas Pengeluaran Harian atau Mingguan
Langkah ini sangat membantu agar budget tidak cepat habis.
Misalnya:
Jika budget Rp2.400.000 per bulan, berarti sekitar Rp600.000 per minggu.
Dengan cara ini, pengeluaran lebih mudah dikontrol.
Sisakan Ruang untuk Kebutuhan Pribadi
Budget bulanan yang terlalu ketat biasanya sulit dijalankan dalam jangka panjang. Karena itu, tetap sisakan sebagian kecil untuk:
- hiburan
- nongkrong
- kebutuhan pribadi
Ini penting agar budget tetap realistis.
Evaluasi di Akhir Bulan
Di akhir bulan, luangkan waktu beberapa menit untuk melihat kembali:
- pengeluaran terbesar di mana
- apakah ada pengeluaran yang bisa dikurangi
- apakah budget masih realistis
Tidak perlu terlalu detail, yang penting memahami pola pengeluaran.
Hal yang Perlu Diingat
Budget bukan aturan yang kaku. Budget boleh disesuaikan jika:
- kondisi berubah
- penghasilan berubah
- kebutuhan bertambah
Yang penting adalah kebiasaan mengatur uangnya, bukan angka yang harus selalu sama.
Contoh Budget Bulanan Gaji 5 Juta
Untuk penghasilan sekitar lima juta rupiah, membuat budget bulanan memang perlu sedikit disiplin, tetapi bukan berarti tidak bisa menyisihkan tabungan. Kuncinya adalah pembagian yang realistis sesuai kebutuhan sehari-hari.
Berikut contoh pembagian yang cukup umum digunakan.
Kebutuhan Pokok — sekitar Rp2.300.000
Kebutuhan pokok biasanya menjadi pengeluaran terbesar. Pos ini bisa mencakup:
- makan sehari-hari
- kos atau kontrakan (jika tinggal sendiri)
- listrik dan air
- kebutuhan rumah tangga sederhana
Besarnya tentu tergantung kota tempat tinggal dan gaya hidup, tetapi angka ini masih cukup realistis di banyak daerah.
Tabungan dan Dana Darurat — sekitar Rp1.000.000
Pos ini sebaiknya diprioritaskan sejak awal. Dana ini bisa digunakan untuk:
- menabung
- membangun dana darurat
- persiapan kebutuhan mendadak
Jika terasa berat di awal, nominal bisa disesuaikan, yang penting konsisten.
Investasi — sekitar Rp500.000
Investasi tidak harus besar. Yang penting rutin.
Banyak orang memulai dari nominal kecil sambil belajar memahami risiko dan cara kerja investasi.
Transportasi dan Komunikasi — sekitar Rp500.000
Pengeluaran ini biasanya meliputi:
- bensin atau ongkos transportasi
- pulsa dan internet
Nominalnya bisa berbeda tergantung jarak kerja dan kebutuhan komunikasi.
Hiburan dan Kebutuhan Pribadi — sekitar Rp500.000
Pos ini penting agar budget tetap realistis dan tidak terasa terlalu ketat.
Contohnya:
- nongkrong sesekali
- langganan hiburan
- kebutuhan pribadi
Jika pos ini terlalu kecil, biasanya budget sulit dipertahankan.
Contoh budget di atas bisa menjadi gambaran awal. Jika ingin melihat langkah-langkah yang lebih detail dan cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, kamu bisa membaca panduan tentang cara mengatur gaji 5 juta.
Contoh Budget Bulanan Gaji 7 Juta
Ketika penghasilan naik menjadi sekitar tujuh juta rupiah, tantangan biasanya ikut berubah. Masalahnya bukan lagi sekadar cukup atau tidak cukup, tetapi bagaimana memanfaatkan ruang yang lebih longgar tanpa membuat pengeluaran ikut membengkak.
Banyak orang merasa gaji yang lebih besar otomatis membuat keuangan lebih aman. Padahal jika tidak diatur, pengeluaran sering ikut naik tanpa terasa. Karena itu, budget tetap penting, bukan untuk membatasi, tetapi untuk menjaga arah keuangan tetap jelas.
Salah satu cara sederhana adalah memastikan ada keseimbangan antara kebutuhan, tabungan, dan kenyamanan hidup.
Sebagai gambaran, pembagian budget berikut ini masih cukup realistis:
- kebutuhan pokok sekitar Rp3.000.000
- tabungan dan dana darurat sekitar Rp1.500.000
- investasi sekitar Rp800.000
- transportasi dan komunikasi sekitar Rp700.000
- kebutuhan pribadi dan hiburan sekitar Rp600.000
- bantuan keluarga atau keperluan sosial sekitar Rp400.000
Pembagian seperti ini membuat penghasilan tidak hanya habis untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membantu membangun keamanan keuangan dalam jangka panjang.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Gaji Mulai Naik
Ketika penghasilan bertambah, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dijaga.
Pertama, usahakan kenaikan pengeluaran tidak sebesar kenaikan penghasilan. Jika semua kenaikan gaji habis untuk gaya hidup, kondisi keuangan sebenarnya tidak banyak berubah.
Kedua, manfaatkan ruang yang ada untuk memperkuat tabungan dan dana darurat. Pada tahap ini, membangun cadangan keuangan biasanya lebih terasa dampaknya.
Ketiga, mulai membiasakan investasi secara rutin, meskipun tidak perlu langsung besar.
Budget yang Sehat Bukan yang Paling Ketat
Budget yang baik bukan yang paling hemat, tetapi yang bisa dijalankan secara konsisten. Masih ada ruang untuk menikmati hasil kerja, tetapi tetap ada bagian yang disiapkan untuk masa depan.
Dengan cara ini, kenaikan penghasilan benar-benar terasa manfaatnya, bukan hanya terasa lebih cepat habis.
Contoh Budget Bulanan Lajang
Kondisi keuangan orang yang masih lajang biasanya lebih fleksibel karena belum banyak tanggungan. Ini sebenarnya menjadi kesempatan yang baik untuk membangun tabungan lebih cepat.
Namun di sisi lain, pengeluaran kecil juga lebih mudah terjadi tanpa terasa, karena tidak ada batasan yang benar-benar memaksa.
Karena itu, budget untuk lajang sebaiknya tetap sederhana, tetapi jelas arahnya: kebutuhan terpenuhi, tabungan berjalan, dan masih ada ruang untuk menikmati hidup.
Berikut beberapa contoh budget bulanan untuk lajang yang realistis.
Contoh Budget Lajang dengan Gaji di Bawah 5 Juta
Pada penghasilan di bawah lima juta, fokus utama biasanya adalah menjaga kebutuhan pokok tetap aman dan tetap berusaha menabung meskipun tidak besar.
Contoh pembagian:
- kebutuhan pokok: sekitar Rp2.000.000 – Rp2.300.000
- transportasi dan komunikasi: sekitar Rp400.000 – Rp500.000
- tabungan dan dana darurat: sekitar Rp500.000 – Rp700.000
- kebutuhan pribadi dan hiburan: sekitar Rp300.000 – Rp500.000
Pada tahap ini, yang penting bukan besar kecilnya tabungan, tetapi konsistensi menyisihkan uang.
Contoh Budget Lajang dengan Gaji di Bawah 7 Juta
Dengan penghasilan mendekati tujuh juta, biasanya mulai ada ruang lebih untuk menabung dan investasi.
Contoh pembagian:
- kebutuhan pokok: sekitar Rp2.800.000 – Rp3.200.000
- transportasi dan komunikasi: sekitar Rp600.000 – Rp700.000
- tabungan dan dana darurat: sekitar Rp1.000.000 – Rp1.300.000
- investasi: sekitar Rp500.000 – Rp800.000
- kebutuhan pribadi dan hiburan: sekitar Rp500.000 – Rp700.000
Pada tahap ini, mulai memisahkan tabungan dan investasi biasanya sudah cukup realistis.
Contoh Budget Lajang dengan Gaji di Bawah 10 Juta
Pada penghasilan mendekati sepuluh juta, tantangan biasanya bukan lagi cukup atau tidak cukup, tetapi menjaga agar gaya hidup tidak naik terlalu cepat.
Contoh pembagian:
- kebutuhan pokok: sekitar Rp3.500.000 – Rp4.000.000
- transportasi dan komunikasi: sekitar Rp800.000 – Rp1.000.000
- tabungan dan dana darurat: sekitar Rp1.500.000 – Rp2.000.000
- investasi: sekitar Rp1.000.000 – Rp1.500.000
- kebutuhan pribadi dan hiburan: sekitar Rp800.000 – Rp1.000.000
Pada tahap ini, menambah porsi tabungan dan investasi biasanya jauh lebih terasa dampaknya dibanding menambah pengeluaran.
Contoh Budget Bulanan Rumah Tangga
Mengatur keuangan rumah tangga sangat berbeda dibanding lajang. Pengeluaran bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk pasangan dan anak. Karena itu, fokus utama budget bulanan rumah tangga bukan lagi fleksibilitas, melainkan stabilitas.
Stabilitas berarti kebutuhan dasar selalu aman, ada cadangan untuk keadaan darurat, dan pengeluaran tidak terlalu naik turun setiap bulan.
Hal lain yang sering terjadi dalam rumah tangga adalah munculnya pengeluaran tak terduga, terutama jika sudah memiliki anak. Karena itu, budget sebaiknya memberi ruang untuk hal-hal seperti kesehatan, pendidikan, atau kebutuhan mendadak lainnya.
Berikut beberapa gambaran realistis.
Contoh Budget Rumah Tangga Gaji di Bawah 5 Juta
Pada penghasilan di bawah lima juta, prioritas utama biasanya adalah kebutuhan dasar dan pengeluaran rutin. Budget harus sederhana dan realistis.
Jika memiliki 1 anak
Contoh pembagian:
- kebutuhan makan dan rumah: Rp2.300.000
- kebutuhan anak (susu, perlengkapan, sekolah sederhana): Rp500.000
- transportasi dan komunikasi: Rp400.000
- tabungan dan dana darurat: Rp400.000
- kebutuhan lain dan tak terduga: Rp300.000
Total: sekitar Rp3.900.000 – Rp4.000.000 Sisa biasanya digunakan sebagai cadangan kecil.
Pada kondisi ini, yang penting adalah menjaga pengeluaran tetap stabil, bukan memaksakan investasi besar.
Jika memiliki 2 anak
Contoh pembagian:
- kebutuhan makan dan rumah: Rp2.500.000
- kebutuhan anak: Rp800.000
- transportasi dan komunikasi: Rp400.000
- tabungan dan dana darurat: Rp300.000
- kebutuhan lain: Rp300.000
Pada tahap ini, menekan pengeluaran yang tidak penting biasanya menjadi kunci agar tetap bisa menabung.
Contoh Budget Rumah Tangga Gaji di Bawah 7 Juta
Dengan penghasilan mendekati tujuh juta, ruang keuangan mulai lebih longgar, tetapi kebutuhan keluarga juga biasanya meningkat.
Jika memiliki 1 anak
Contoh pembagian:
- kebutuhan makan dan rumah: Rp3.000.000
- kebutuhan anak: Rp700.000
- transportasi dan komunikasi: Rp600.000
- tabungan dan dana darurat: Rp1.000.000
- kebutuhan lain dan hiburan: Rp500.000
Budget seperti ini masih memberi ruang untuk menabung secara rutin.
Jika memiliki 2–3 anak
Contoh pembagian:
- kebutuhan makan dan rumah: Rp3.300.000
- kebutuhan anak: Rp1.200.000
- transportasi dan komunikasi: Rp700.000
- tabungan dan dana darurat: Rp900.000
- kebutuhan lain: Rp500.000
Pada tahap ini, menjaga agar pengeluaran tidak naik terlalu cepat biasanya menjadi tantangan utama.
Contoh Budget Rumah Tangga Gaji di Bawah 10 Juta
Pada penghasilan mendekati sepuluh juta, fokus biasanya bergeser ke menjaga keseimbangan antara kebutuhan sekarang dan persiapan masa depan.
Jika memiliki 2 anak
Contoh pembagian:
- kebutuhan makan dan rumah: Rp4.000.000
- kebutuhan anak: Rp1.500.000
- transportasi dan komunikasi: Rp900.000
- tabungan dan dana darurat: Rp1.500.000
- investasi: Rp800.000
- kebutuhan lain dan hiburan: Rp700.000
Budget seperti ini mulai memberi ruang untuk investasi rutin.
Jika memiliki 3–4 anak
Contoh pembagian:
- kebutuhan makan dan rumah: Rp4.500.000
- kebutuhan anak: Rp2.200.000
- transportasi dan komunikasi: Rp1.000.000
- tabungan dan dana darurat: Rp1.200.000
- kebutuhan lain: Rp800.000
Dalam kondisi ini, menjaga pengeluaran pendidikan dan kebutuhan anak tetap terkontrol biasanya menjadi prioritas utama.
Panduan praktis tentang pengelolaan keuangan keluarga juga dapat dibaca dalam Buku Saku Cerdas Mengelola Keuangan dari OJK, yang membahas dasar-dasar perencanaan keuangan secara sederhana.
Budget Tidak Harus Sama untuk Semua Orang
Kadang orang merasa budgetnya tidak tepat karena berbeda dengan orang lain. Padahal kondisi setiap orang berbeda:
- biaya hidup berbeda
- tanggungan berbeda
- prioritas berbeda
Budget yang baik adalah yang realistis dan bisa dijalankan secara konsisten.
Jika kalian masih bingung menentukan apa yang harus menjadi prioritas terlebih dahulu daripada yang lain, kamu bisa membaca cara menentukan urutan prioritas keuangan.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Budget
Banyak orang sudah mencoba membuat budget bulanan, tetapi setelah beberapa minggu atau bulan, budget itu tidak lagi dipakai. Masalahnya sering bukan pada metode, melainkan pada cara memandang budget itu sendiri.
Budget seharusnya menjadi alat bantu, bukan aturan yang terasa menekan. Ketika budget terasa terlalu berat atau tidak sesuai kenyataan, biasanya orang berhenti menggunakannya.
Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi.
Budget Dibuat Berdasarkan Keinginan, Bukan Kebiasaan Nyata
Kesalahan yang cukup umum adalah mengatur budget berdasarkan gambaran ideal, bukan kondisi sebenarnya. Misalnya langsung memotong pengeluaran hiburan sangat drastis, padahal sebelumnya terbiasa mengeluarkan cukup banyak untuk hiburan.
Contoh:
Seseorang yang biasanya menghabiskan Rp600.000 per bulan untuk makan di luar tiba-tiba menetapkan budget hanya Rp100.000. Dalam praktiknya, ia kembali ke kebiasaan lama, dan akhirnya merasa budgetnya gagal.
Budget yang lebih realistis mungkin menurunkan pengeluaran secara bertahap, bukan langsung ekstrem.
Tidak Memberi Ruang untuk Hal Tak Terduga
Budget yang terlalu kaku sering gagal karena tidak memberi ruang untuk kebutuhan mendadak.
Contoh:
Dalam satu bulan, tiba-tiba ada kebutuhan kesehatan atau perbaikan kecil di rumah. Karena tidak ada pos cadangan, akhirnya tabungan terpakai atau budget menjadi berantakan.
Padahal, menyisakan sedikit ruang untuk kebutuhan tak terduga bisa membuat budget bulanan lebih stabil.
Tidak Pernah Mengevaluasi Budget
Budget bukan sesuatu yang dibuat sekali lalu selesai. Kondisi bisa berubah, harga kebutuhan bisa naik, dan kebiasaan juga bisa berubah.
Contoh:
Seseorang masih menggunakan budget yang sama selama tiga tahun, padahal biaya transportasi dan kebutuhan harian sudah meningkat. Akibatnya, ia merasa selalu kekurangan, padahal budgetnya yang tidak diperbarui.
Melakukan evaluasi sederhana setiap bulan biasanya sudah cukup.
Menganggap Budget Harus Sempurna
Ada juga yang merasa budget harus langsung rapi dan sempurna. Ketika ada sedikit meleset, langsung merasa gagal dan berhenti.
Contoh:
Di satu bulan pengeluaran hiburan sedikit lebih besar dari rencana, lalu merasa budget tidak berhasil dan tidak lagi mencatat pengeluaran bulan berikutnya.
Padahal budget bukan soal sempurna, tetapi soal arah.
Supaya Budget Lebih Mudah Dijalankan
Beberapa kebiasaan sederhana bisa membantu:
- membagi uang per minggu
- memisahkan rekening kebutuhan dan tabungan
- mengecek pengeluaran di akhir bulan
Langkah kecil seperti ini sering lebih efektif daripada metode yang terlalu rumit.
Penutup
Melihat dan menerapkan contoh budget bulanan dapat membantu memahami kondisi keuangan dengan lebih jelas. Tidak perlu langsung sempurna, yang penting mulai dari yang sederhana dan realistis.
Seiring waktu, menyusun budget bulanan bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi. Justru dari proses itulah kita belajar mengelola keuangan dengan lebih baik dan lebih tenang.
FAQ tentang Contoh Budget Bulanan Kelas Menengah
Budget bulanan adalah rencana pembagian penghasilan untuk berbagai kebutuhan, seperti kebutuhan pokok, tabungan, transportasi, dan kebutuhan pribadi. Tujuannya agar pengeluaran lebih terarah dan tidak melebihi kemampuan.
Dengan budget, kita bisa mengetahui ke mana uang digunakan, berapa yang bisa ditabung, dan bagian mana yang bisa dikurangi jika perlu. Budget membantu menjaga kondisi keuangan tetap stabil.
Sebagai patokan sederhana, menabung sekitar 10–20% dari penghasilan sudah cukup baik. Jika kondisi memungkinkan, persentasenya bisa ditingkatkan secara bertahap.
Tidak harus. Budget bisa berubah sesuai kondisi, misalnya jika ada kebutuhan mendadak, perubahan penghasilan, atau perubahan biaya hidup. Yang penting adalah tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan tabungan.
Jika budget terasa sulit dijalankan, biasanya karena terlalu ketat atau tidak realistis. Coba sesuaikan kembali dengan kebiasaan sehari-hari dan lakukan perubahan secara bertahap.
Kebutuhan pokok tetap menjadi prioritas utama, tetapi tabungan sebaiknya disisihkan sejak awal, bukan menunggu sisa di akhir bulan.
Tidak. Budget justru lebih penting bagi penghasilan yang terbatas, karena membantu mengatur prioritas dan mencegah pengeluaran yang tidak perlu.







