Prioritas keuangan sering kali menjadi hal yang baru terpikirkan setelah uang cepat habis atau rencana keuangan tidak berjalan lancar. Ini wajar karena tanpa urutan yang jelas, pengeluaran cenderung mengikuti kebiasaan sehari-hari, bukan kebutuhan yang paling penting.
Menentukan urutan penggunaan uang bukan berarti membuat aturan yang rumit. Tujuannya hanya agar penghasilan yang ada dapat digunakan dengan lebih terarah dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Artikel ini membahas urutan prioritas yang sederhana dan mudah diterapkan, terutama bagi yang ingin mulai memperbaiki cara mengelola keuangan.
Jika ingin memahami gambaran yang lebih lengkap tentang pengelolaan keuangan secara menyeluruh, kamu bisa membaca panduan utama tentang mengelola keuangan kelas menengah.
Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda, tetapi ada satu kesamaan: penghasilan selalu terbatas, sedangkan kebutuhan dan keinginan bisa terus bertambah.
Tanpa urutan yang jelas, sering terjadi hal berikut:
- uang habis untuk hal yang tidak direncanakan
- tabungan tertunda terus-menerus
- kebutuhan mendadak menjadi beban
Dengan menentukan prioritas, keputusan keuangan menjadi lebih mudah karena sudah ada panduan yang bisa diikuti. Prioritas keuangan juga membuat seseorang lebih siap menghadapi perubahan, baik kenaikan biaya hidup maupun kebutuhan mendadak.
Dengan kebiasaan mengatur urutan penggunaan uang, biasanya akan terasa lebih ringan karena sebagian kebutuhan penting sudah dipersiapkan lebih awal.
Urutan Prioritas Keuangan yang Tepat
Sebagai gambaran, berikut urutan yang cukup aman untuk dijadikan acuan:
- Kebutuhan pokok
- Dana darurat
- Cicilan atau kewajiban tetap
- Tabungan untuk tujuan tertentu
- Investasi
- Pengeluaran tambahan atau hiburan
Urutan ini dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing, tetapi susunan tersebut cukup membantu sebagai titik awal.
Pentingnya menentukan urutan ini juga dibahas dalam panduan pengelolaan keuangan keluarga yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan, yang menekankan bahwa kebutuhan utama sebaiknya didahulukan sebelum pengeluaran lainnya. Kamu bisa membaca penjelasan lengkapnya di artikel Pengelolaan Keuangan Keluarga.
Pastikan Kebutuhan Pokok Terpenuhi
Langkah pertama tentu memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, seperti:
- makanan
- tempat tinggal
- listrik dan air
- transportasi utama
Hal-hal ini mendukung aktivitas sehari-hari, sehingga wajar ditempatkan di bagian paling awal.
Namun penting juga membedakan antara kebutuhan dan kebiasaan. Ada pengeluaran yang terasa wajar, tetapi sebenarnya masih bisa diatur agar lebih hemat tanpa mengurangi kualitas hidup.
Misalnya, membeli kopi atau minuman setiap hari mungkin terasa biasa saja, tetapi jika dihitung dalam sebulan jumlahnya bisa cukup besar.
Contoh lain adalah sering memesan makanan karena praktis, padahal memasak sederhana beberapa kali dalam seminggu sudah bisa mengurangi pengeluaran cukup banyak.
Hal-hal seperti itu bukan berarti harus dihilangkan, tetapi cukup dikurangi agar pengeluaran tetap terkendali tanpa membuat hidup terasa terbatas.
Siapkan Dana Cadangan untuk Keadaan Tak Terduga
Prioritas keuangan berikutnya adalah membangun dana darurat. Dana ini berfungsi sebagai perlindungan ketika muncul kebutuhan yang tidak direncanakan, misalnya biaya kesehatan atau kehilangan penghasilan sementara.
Dana darurat ditempatkan setelah kebutuhan pokok karena fungsinya menjaga kestabilan keuangan. Kebutuhan sehari-hari memang harus dipenuhi terlebih dahulu, tetapi tanpa cadangan, satu kejadian tak terduga bisa langsung mengganggu seluruh rencana keuangan.
Inilah alasan dana darurat sebaiknya menjadi prioritas kedua, sebelum memikirkan hal lain seperti investasi. Tanpa dana cadangan, situasi mendadak sering membuat seseorang harus berutang atau menggunakan dana yang sebenarnya dialokasikan untuk kebutuhan lain.
Mulai dari jumlah kecil tidak masalah, selama dilakukan secara rutin. Jika ingin memahami langkah-langkah menyiapkan dana cadangan secara lebih rinci, kamu bisa membaca panduan lengkap tentang cara menyiapkan dana darurat.
Perhatikan Porsi Cicilan
Cicilan ini perlu mendapat perhatian khusus karena sifatnya yang mengikat. Cicilan adalah pengeluaran yang harus dibayar secara rutin dan tidak bisa ditunda, sehingga perlu dipastikan jumlahnya masih dalam batas yang aman.
Sebagai patokan sederhana, total cicilan sebaiknya tidak melebihi sekitar sepertiga penghasilan. Batas ini membantu menjaga keseimbangan sehingga masih ada ruang untuk tabungan, kebutuhan harian, dan pengeluaran lain.
Bagi yang sudah memiliki cicilan, langkah yang bisa dilakukan adalah meninjau kembali jumlahnya. Jika terasa terlalu berat, ada baiknya menunda mengambil cicilan baru sampai kondisi keuangan lebih longgar.
Mengurangi beban cicilan sering memberikan dampak besar pada kesehatan keuangan secara keseluruhan.
Selain itu, sebelum menambah cicilan baru, penting untuk menghitung kemampuan membayar dalam jangka panjang, bukan hanya melihat kemampuan membayar pada bulan ini saja.
Sisihkan Tabungan untuk Rencana yang Ingin Dicapai
Setelah kebutuhan utama dan kewajiban tetap aman, langkah berikutnya adalah menabung untuk tujuan tertentu.
Tujuan ini bisa bermacam-macam, seperti:
- biaya pendidikan
- rencana pindah rumah
- persiapan menikah
- membeli barang yang dibutuhkan
Menabung dengan tujuan yang jelas sering membuat prosesnya terasa lebih ringan karena ada target yang ingin dicapai.
Penting untuk memahami bahwa tabungan berbeda dengan dana darurat. Dana darurat disiapkan untuk situasi yang tidak direncanakan dan sebaiknya tidak digunakan kecuali benar-benar diperlukan. Tabungan, di sisi lain, memang dipersiapkan untuk rencana tertentu yang sudah diketahui sebelumnya.
Dengan memisahkan keduanya, kondisi keuangan biasanya lebih terjaga. Dana darurat tetap aman untuk keadaan mendesak, sementara tabungan bisa digunakan sesuai tujuan tanpa mengganggu cadangan yang sudah disiapkan.
Jika kondisi keuangan masih terbatas, kamu bisa mulai menabung dari nominal kecil terlebih dahulu, seperti yang dijelaskan dalam panduan cara menabung dengan gaji kecil agar tetap konsisten.
Mulai Berinvestasi Secara Bertahap
Investasi dapat menjadi prioritas keuangan berikutnya setelah kondisi keuangan cukup kuat. Pada tahap ini, kebutuhan pokok sudah terpenuhi, dana darurat mulai terbentuk, dan kewajiban seperti cicilan dapat dikelola dengan baik.
Investasi penting karena nilai uang dapat berkurang seiring waktu akibat kenaikan harga barang dan biaya hidup. Dengan berinvestasi, uang memiliki kesempatan untuk bertumbuh sehingga dapat membantu mencapai tujuan jangka panjang, seperti persiapan masa pensiun, pendidikan, atau rencana besar lainnya.
Investasi ditempatkan sebagai prioritas kelima karena sifatnya bukan kebutuhan mendesak. Sebelum berinvestasi, kondisi keuangan perlu cukup stabil terlebih dahulu. Jika investasi dilakukan terlalu awal tanpa cadangan dana, seseorang bisa terpaksa mencairkan investasi saat membutuhkan uang, yang sering kali tidak menguntungkan.
Investasi juga tidak harus langsung besar. Memulai dengan nominal kecil justru membantu memahami cara kerja investasi tanpa tekanan yang terlalu berat.
Yang penting adalah konsistensi dan pemahaman, bukan besar kecilnya nominal di awal. Dengan pendekatan bertahap, investasi bisa menjadi kebiasaan yang lebih mudah dijalankan dalam jangka panjang.
Jika kalian bingung atau kurang yakin bagaimana memulai investasi yang baik dan benar, kamu bisa membaca panduan tentang cara memulai investasi untuk pemula.
Tetap Sisakan Ruang untuk Kebutuhan Pribadi
Mengatur keuangan bukan berarti menghilangkan semua pengeluaran yang bersifat rekreasi atau hiburan. Aktivitas seperti berkumpul dengan teman atau menjalankan hobi tetap memiliki peran dalam menjaga keseimbangan hidup.
Yang perlu dijaga adalah batasnya, agar pengeluaran ini tidak mengganggu kebutuhan yang lebih penting.
Namun, ada juga kondisi di mana pengeluaran pribadi sudah melewati batas tanpa disadari. Kebiasaan seperti belanja impulsif, terlalu sering makan di luar, atau mengikuti tren hanya karena ingin ikut-ikutan bisa membuat pengeluaran membesar perlahan. Hal ini sering terjadi bukan karena kebutuhan, tetapi karena kebiasaan.
Jika merasa pengeluaran pribadi mulai sulit dikendalikan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba:
Tunda keputusan membeli
Beri jeda satu atau dua hari sebelum membeli barang yang tidak benar-benar dibutuhkan. Banyak keinginan biasanya hilang setelah ditunda.
Tentukan batas bulanan
Menetapkan jumlah tertentu untuk hiburan atau kebutuhan pribadi membantu menjaga pengeluaran tetap terkendali.
Sadar pada kebiasaan kecil
Pengeluaran kecil yang dilakukan berulang sering memberi dampak lebih besar daripada satu pengeluaran besar.
Dengan cara-cara sederhana seperti di atas, pengeluaran pribadi tetap bisa dinikmati tanpa membuat kondisi keuangan menjadi tidak stabil.
Setelah ada gambaran seperti apa urutan prioritas keuangan yang baik, langkah berikutnya adalah menerapkannya dalam pembagian pengeluaran yang nyata setiap bulan. Untuk melihat contoh pembagian yang realistis dan mudah diterapkan, kamu bisa membaca panduan tentang contoh budget bulanan.
Hal yang Perlu Dihindari Saat Menentukan Prioritas Keuangan
Ada beberapa kesalahan yang sering membuat rencana keuangan tidak berjalan sesuai harapan.
Menentukan Prioritas Tanpa Melihat Kondisi Sendiri
Setiap orang memiliki situasi yang berbeda. Meniru pembagian keuangan orang lain belum tentu cocok, karena perbedaan penghasilan, tanggungan, dan biaya hidup.
Mengabaikan Dana Darurat
Sebagian orang langsung fokus pada investasi atau pengeluaran lain, padahal belum memiliki cadangan dana. Ketika terjadi kebutuhan mendadak, kondisi keuangan menjadi tidak siap.
Tidak Memantau Pengeluaran
Tanpa mengetahui ke mana uang digunakan, sulit mengevaluasi apakah prioritas yang dibuat sudah berjalan dengan baik atau belum.
Mencatat pengeluaran sederhana sudah cukup membantu untuk melihat gambaran kondisi keuangan.
Menerapkan Rencana Secara Mentah-Mentah Tanpa Evaluasi
Panduan atau contoh prioritas keuangan di atas sebaiknya tidak langsung diikuti tanpa penyesuaian. Kondisi setiap orang berbeda, sehingga perlu waktu untuk menemukan pola yang paling sesuai.
Lebih baik menjadikan panduan sebagai titik awal, lalu mencobanya selama beberapa waktu. Setelah itu, lakukan evaluasi sederhana: apakah pembagian prioritasnya terasa realistis, apakah ada bagian yang terlalu berat, atau justru masih bisa diperbaiki.
Dari proses mencoba dan menyesuaikan inilah biasanya ditemukan pembagian prioritas keuangan yang paling nyaman dijalankan dalam jangka panjang.
Cara Menentukan Prioritas yang Paling Sesuai
Agar lebih relevan dengan kondisi pribadi, beberapa langkah berikut bisa dicoba:
- melihat pengeluaran terbesar setiap bulan
- menentukan tujuan keuangan yang paling penting
- membuat pembagian yang realistis
Selain itu, penting juga memperhatikan pola pengeluaran selama beberapa bulan terakhir, bukan hanya satu bulan saja. Kadang ada pengeluaran yang sifatnya tidak rutin, seperti perbaikan rumah, keperluan keluarga, atau kebutuhan musiman.
Dengan melihat pola dalam jangka waktu lebih panjang, pembagian prioritas akan terasa lebih akurat. Hal lain yang bisa membantu adalah membedakan antara kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang.
Kebutuhan jangka pendek biasanya berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, sedangkan kebutuhan jangka panjang berhubungan dengan rencana yang ingin dicapai di masa depan. Memahami perbedaan ini membantu menentukan mana yang perlu disiapkan lebih dulu dan mana yang bisa direncanakan bertahap.
Contoh Sederhana Penerapan Prioritas Keuangan
Sebagai ilustrasi, seseorang dengan penghasilan Rp7.000.000 dapat membagi penghasilannya seperti berikut:
- kebutuhan pokok sekitar Rp3.000.000
- dana darurat dan tabungan Rp1.500.000
- cicilan Rp1.000.000
- investasi Rp800.000
- kebutuhan pribadi Rp700.000
Contoh ini hanya gambaran, tetapi menunjukkan bagaimana urutan dalam menentukan prioritas keuangan dapat membantu menjaga keseimbangan.
Sebagai contoh sederhana, bayangkan dua orang dengan penghasilan yang sama. Orang pertama menggunakan uang tanpa urutan yang jelas, sehingga di pertengahan bulan mulai mengurangi pengeluaran karena dana sudah menipis.
Di lain sisi, orang kedua sejak awal sudah membagi penghasilannya sesuai prioritas, sehingga kebutuhan penting sudah aman terlebih dahulu. Ketika ada pengeluaran tambahan, ia masih memiliki ruang untuk menyesuaikan tanpa merasa panik.
Mengapa Prioritas Keuangan Membantu Menjaga Stabilitas
Dengan urutan prioritas keuangan yang jelas, keputusan menjadi lebih mudah diambil karena sudah ada panduan yang bisa diikuti. Pengeluaran menjadi lebih terarah, tabungan lebih terjaga, dan risiko masalah keuangan dapat dikurangi.
Selain itu, memiliki urutan prioritas keuangan juga membuat perencanaan keuangan terasa lebih tenang. Ketika ada rencana atau kebutuhan baru, seseorang tidak perlu mulai dari nol untuk memutuskan dari mana dana akan diambil. Sudah ada gambaran mana yang bisa ditunda dan mana yang tidak boleh diganggu.
Ada juga manfaat lain yang sering tidak disadari, yaitu membantu mengurangi keputusan impulsif.
Ketika seseorang sudah tahu tujuan keuangannya, godaan untuk membeli sesuatu yang tidak direncanakan biasanya lebih mudah dikendalikan, karena sudah ada batasan yang dipahami sejak awal.
Perubahan besar tidak selalu diperlukan. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten sering memberi dampak yang lebih terasa dalam jangka panjang. Dengan cara ini, stabilitas keuangan bukan dicapai secara tiba-tiba, tetapi dibangun sedikit demi sedikit melalui kebiasaan yang terus dijaga.
Penutup
Menentukan urutan prioritas keuangan yang harus didahulukan adalah langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kondisi keuangan tetap stabil. Dengan mendahulukan kebutuhan dasar, menyiapkan dana cadangan, dan menabung secara teratur, pengelolaan keuangan menjadi lebih terarah.
Tidak perlu menunggu kondisi ideal untuk memulai. Memperbaiki satu kebiasaan kecil saja sudah menjadi langkah yang baik menuju kondisi keuangan yang lebih sehat.
FAQ tentang Urutan Prioritas Keuangan
Prioritas keuangan adalah urutan dalam menggunakan penghasilan, dimulai dari kebutuhan yang paling penting hingga pengeluaran yang sifatnya tambahan. Dengan urutan ini, pengeluaran menjadi lebih terarah dan tujuan keuangan lebih mudah dicapai.
Dalam banyak kondisi, dana darurat sebaiknya dipersiapkan terlebih dahulu sebelum mulai berinvestasi. Dana darurat atau cadangan membantu menghadapi kebutuhan mendadak tanpa harus mencairkan investasi.
Tidak harus. Prioritas bisa berbeda tergantung penghasilan, tanggungan, dan tujuan masing-masing. Urutan yang dijelaskan dalam artikel bisa dijadikan panduan awal, lalu disesuaikan dengan kondisi pribadi.
Sebagai patokan sederhana, total cicilan sebaiknya tidak lebih dari sekitar 30% penghasilan. Batas ini membantu menjaga keseimbangan agar kebutuhan lain tetap terpenuhi.
Jika penghasilan masih terbatas, fokus utama adalah memenuhi kebutuhan pokok, lalu mulai menyisihkan dana cadangan meskipun kecil. Yang terpenting adalah konsistensi, bukan besar kecilnya nominal.
Tetap perlu, selama jumlahnya wajar dan tidak mengganggu kebutuhan yang lebih penting. Pengeluaran kecil untuk hiburan justru membantu menjaga keseimbangan agar rencana keuangan lebih mudah dijalankan.







